The Real Blog's Fan Box

Sunday, July 18, 2010

langit terbelah di jogjakarta

Pada tanggal 11 Juni 2010, sekitar pukul 17.30, sebuah fenomena menarik terjadi di langit Yogyakarta. Sebuah cahaya panjang terlihat membentang seperti membelah langit. Apakah ada penjelasan sains dari fenomena semacam ini?


Saya menerima beberapa email mengenai fenomena ini, salah satunya adalah dari Ney Cassanova yang fotonya saya gunakan di bawah ini. Foto ini diambil dari wilayah Kalasan, Yogyakarta pada tanggal 11 Juni 2010 sekitar pukul 17.30.


Sebagian orang mungkin beranggapan kalau foto di atas adalah hasil Photoshop. Namun, ternyata tidak. Walaupun terlihat sangat spektakuler, fenomena di atas adalah sebuah fenomena yang sudah dikenal di dunia sains dan bahkan memiliki penjelasan yang cukup sederhana.

Fenomena itu disebut Anticrepuscular Rays.

Ini penjelasan singkat mengenainya.

Untuk memahami soal Anticrepuscular Rays, terlebih dahulu kita harus memahami soal saudaranya yang bernama Crepuscular Ray.

Crepuscular Ray adalah suatu fenomena alam ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu. Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam.

Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan Sun Rays atau Gods Rays.

Ini contohnya:


Nah, kalian pasti sudah sering melihat fenomena seperti foto di atas.

Sekarang mengenai Anticrepuscular Ray.

Seperti Crepuscular ray, Anticrepuscular Ray adalah berkas sinar yang mirip dengan Crepuscular, namun terlihat berada di tempat yang berlawanan dari matahari.

Cahaya ini terjadi ketika Crepuscular Ray yang muncul dari matahari terbit atau tenggelam terlihat mengalami Konvergensi ulang di Titik Antisolar (Titik langit yang berlawanan dengan arah matahari).

Jika kalian bingung dengan definisi di atas, ingat saja ini: fenomena di atas juga terjadi karena sinar matahari terhalang oleh awan atau objek lainnya seperti crepuscular ray, namun ia terlihat di arah yang berlawanan dengan matahari. Sama seperti Crepuscular, fenomena ini juga sering terlihat ketika matahari terbit atau tenggelam.

Ini konsisten dengan fenomena Yogyakarta yang terlihat pada pukul 17:30.

Ini contoh-contoh lain fenomena serupa di berbagai belahan dunia.

Lokasi tidak diketahui


Nebraska, 26 Juni 2008


Florida, 27 February 2002.


Anticrepuscular Ray di Arizona


South Dakota, 2007


Thailand, Februari 2007

Walaupun ada penjelasannya, saya kira fenomena ini tetap terlihat luar biasa. Bukankah begitu?

sumber:http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/06/fenomena-langit-terbelah-di-yogyakarta.html

Wednesday, June 23, 2010

Ariel, Luna Maya, Cut Tari

Sudah hampir 3 minggu kasus video porno yang pelakunya diduga Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari beredar dan menjadi kasus terpanas di Indonesia. Stelah Ariel menjalani pemeriksaan fisik di BARESKRIM Polri, Ariel menjadi tersangka dalam video tersebut, jadi laki-laki dalam video tersebut adalah benar bahwa dia itu Ariel. Ariel terancam 3 pasal berlapis dan hukuman penjara 12 tahun siap menantinya. Hukum itu bisa bertambah berat jika suami dari Cut Tari melaporkan Ariel ke Polisi atas tuduhan perzinahan. Dari kasus tersebut, kita bisa melihat, bagaimana cara orang tua mengajar dan mendidik anak pada era globalisasi ini? Orang tua harus memperketat perlindungan pada anak supaya anak-anak tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak sepantasnya. Saya juga malu jadi orang Indonesia karena masih banyak orang selain Ariel melakukan hal yang tak pantas untuk seumurannya dan bisa menjadi sorotan dunia. Lihat saja kasus Ariel tersebut, baru sebentar saja sudah disorot media internasional, oleh karena itu, kita harus melakukan hal-hal positif untuk menutupi kemungkinan hal-hal negatif muncul. Terima kasih.

Thursday, May 20, 2010

Gesang

Di samping ini adalah beberapa foto dari sang maestro, Gesang Martohartono. Beberapa jam sebelum posting ini diterbitkan, berita duka diserukan di Solo. Beliau telah meninggal dunia di usia 92 tahun. Alm. Gesang merupakan pencipta lagu Bengawan Solo yang terkenal di hampir seluruh negara itu telah tiada akibat beberapa penyakit dan karena sudah lanjut usia. Pernah juga lagu Bengawan Solo dijadikan original soundtrack sebuah film di Jepang. Lagu itu kalau tidak salah sudah diterjemahkan ke 17 bahasa di dunia ini. Lagu Bengawan Solo diciptakan oleh Gesang ketika beliau berumur 23 tahun. Sebelum meninggal, Gesang berpesan supaya musik keroncong dilestarikan, sesuai dengan aliran musik lagu Bengawan Solo. Tetapi dengan berjalannya zaman, musik keroncong sudah jarang terdengar dan nama-nama penciptanya banyak yang dilupakan. Hingga saat ini, jenazah sudah berada di rumah duka, tetapi belum tahu dimana sang maestro akan dikebumikan. Mari kita lestarikan musik keroncong!

Saturday, May 8, 2010

Porong Terancam !!


Gambar di samping merupakan peta semburan lumpur Sidoarjo. Bahaya lumpur Sidoarjo mengancam Porong. Jalan tol disamping tanggul itu terancam ambles akibat lumpur yang menyelinap di bawah jalan Porong tersebut. Jika ambles, nasib rakyat belum tentu. Hingga saat ini, jalan tersebut masih diperbolehkan untuk kendaraan umum. Kondisi jalan di sana juga memprihatinkan, jalan penuh lubang dan terdapat beberapa semburan gas yang sangat mudah terbaskar. Hal itu hanya dicegah dengan cara membuntal semburan dengan karung dan menutupnya dengan gundukan tanah. Pemerintah sebetulnya berencana supaya hanya mobil ankutan barang yang boleh melewati jalan tersebut, sementara kendaran pribadi dipindahkan ke jalur alternatif. Sekali saja ada gempa di daerah tersebut, ambles dan habislah daerah itu. Apa lagi, di dekat semburan itu, tepatnya semburan-semburan kecil di samping jalan Porong ada sebuah rel kereta yang masih aktif. Jika ada sedikit percikan dari gesekan roda kereta dan rel, maka gas tersebut akan terbakar. Oleh karena itu, sebaiknya perjalanan dialihkan ke jalur alternatif.

Sunday, May 2, 2010

Meteor Menghantam Jakarta

Pada tanggal 30 April 2010 yang lalu, sebuah meteor menghantam 2 rumah di Jakarta. Meteor itu tak bisa dicegah oleh atmosfir bumi, jadi bisa dibayangkan seberapa besar diameter meteor tersebut kalo tak terbakar atmosfir, besar sekali. Meteor yang jatuh di Jakarta berdiameter 1 meter. Meskipun meteor itu menabrak 2 rumah, meteor tersebut tidak hancur melainkan rumah itu yang hancur lebur. Lapan mengatakan bahwa kedatangan meteor tersebut tak bisa terdeteksi oleh radar karena terlalu kecil. Untung saja tak ada korban jiwa.

Mendengkur